Susah duka itu 2 kata yang paling berkesan bagi segelintir pejuang yang mau mencoba untuk mendirikan organisasi Himaja UGM ini. Di saat yang lain berpikir untuk ikut berkontribusi ketika telah ada kejelasan dan telah resmi berdiri sebagai suatu organisasi, maka segelintir orang ini adalah orang - orang gila yang tetap idealis dengan ide - ide mereka untuk terus membangun "bayi" kecil ini. Hanya sedikit keyakinan mereka yakni, jika semua mahasiswa yang berasal dari Jambi berpikiran sama demikian maka sampai mahasiswa Jambi generasi keseratus yang menempuh pendidikan di UGM, organisasi ini tidak akan terbentuk dan terus menjadi wacana impian kosong bagi yang memimpikannya atau hanya menjadi sampah pikiran bagi yang sama sekali tidak mengindahkannya.
Begitulah kondisi nyata yang ada di sini. Ketika seorang mahasiswa yang harusnya dapat lebih membagi waktunya secara proporsional dan mampu bermanfaat khususnya bagi "kulit kacang" mereka bagi yang masih mengingatnya. Sekali lagi, beginilah realita ketika selaput masa cantik pertemanan yang mengekang rantai batas untuk inovasi tinggi, atau penemuan "cahaya" baru yang menjadikan autis sendiri dalam dunia baru itu, atau bahkan apatis untuk hanya fokus mengenakan baju sewaan dari universitas 4 tahun lagi dan banyak hal unik lainnya. Sebuah kejelasan adalah hal - hal unik itu hendaknya hanya menjadi prasasti tulisan di artikel atau biarlah menjadi milik segelintir orang bukan banyak orang sehingga dapat mencukupi kurva distribusi normal sebuah statistik. Sebuah hal penting adalah, titik terang dari sebagian orang - orang gila yang sedikit berpikiran berbeda itu masih ada. Semoga titik terang ini mampu menopang dan melahirkan -Satu Keluarga, Satu Rantau, Banyak Cita-
tulisan gila oleh Haviz Kurniawan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar